persahabatan yang mengbingungkan


Cerpen Nurul Aini

Cerita ini dimulai, saat aku baru masuk SMA. SMA masa-masa yang kata orang masa yang paling menyenangkan dan itulah kenyataannya. Semenjak aku masuk SMA, aku harus ngekos dan disini aku tinggal bersama teman dan sekaligus sahabatku.

Dan disini aku juga punya teman yang bersebelahan dengan kos kami. Hari pertama tinggal bersama, kami merasa cocok semua pekerjaan kami lakukan bersama tetapi lama-kelamaan sifat sahabatku menunjukkan perubahan yang sangat drastis. Awalnya, segala sesuatu  kami lakukan bersama tetapi terkadang tidur, makan dan belajar dia lakukan di kos sebelah.
Aku mengira dia mungkin ingin tinggal bersama dengan temanku itu. Semenjak itu, aku selalu melakukan segalanya sendiri. Terkadang ada perkelahian yang membuat kami harus saling menjaga ego masing masing. Pernah suatu ketika kami bertengkar hebat saat itu memang aku yang bersalah. Ceritanya begini, malam itu dia belajar dan makan di kos sebelah  dia bolak balik dari kamar kami ke kos sebelah karena dia sedang memasak nasi.
Dan saat itu, aku mengunci pintu karena aku akan tidur. Dan saat itu dia masuk, sebelum ia keluar ia berpesan dengan nada yang agak tinggi supaya tidak menutup pintu. Tapi, karena menunggu terlalu lama dan juga aku sudah mengantuk akupun mengunci pintu. Aku mengira dia akan menginap di kos sebelah seperti biasa tapi ternyata tidak. Tepatnya pukul 10 malam dia membangunkanku dengan menggedor pintu keras-keras. Aku sempat mendengar dia di tegur oleh bapak kos kami karena terlalu ribut dan mengatakan,
”mungkin temanmu sudah tidur karena dia mengira kamu akan tidur di kamar sebelah”.
Dan akhirnya, akupun terbangun dan langsung membukakan pintu. Saat itu, dia memarahiku tapi tidak dengan nada yang keras istilahnya “ngerumun” aku merasa sangat bersalah. Malam itu, aku tidak bisa tidur karena kepikiran atas peristiwa malam itu. Peristiwa malam itu awal dari pertengkaran kami. Setelah peristiwa ini, dia menangis tapi aku tidak berani menegur atau melakukan apapun karena aku merasa sangat bersalah dan akupun pura pura tertidur.
Pagi harinya, kami saling menyapa pun tidak, apalagi berangkat sekolah yang semula kami lakukan bersama. Selama pertengkaran ini, aku bersama dengan seorang teman, seorang anak SMP?. Aku melakukan segala sesuatu bersama dia, tapi itu berlaku saat aku berkelahi dengan sahabatku saja terlepas dari itu kami biasa biasa saja. Bukan, berarti aku melantarkan teman. Selama kami bertengkar aku sering mendengarnya menangis tapi aku tidak berani menegur atau melakukan apapun soalnya aku takut membuatnya marah. Pernah suatu malam saat dia sedang mencuci dia menegurku,”kamu kenapa sihh,,, maaf atas perbuatanku selama ini memang kalau aku lagi marah aku tidak bisa mengontrol mulutku ”, katanya. ” tidak apa-apa ini memang semua salahku,” jawabku. Semenjak malam itu kami pun berbaikkan, sifat sahabatku mulai berubah seperti semula. Semenjak itu, dia selalu mengerjakan apapun bersamaku seperti pertama kali kami tinggal bersama. Dan mulai saat ini, aku akan menjaga persahabatn ini.
Aku akan lebih mengerti semua sifat sahabatku dan allhamdulillah sampai saat ini kami tidak mempunyai masalah.
Mudah mudahan ini bertahan sampai akhir hayat kami.maaf kalau ceritanya kurang bagus,,soalnya baru bisa ngebuat cerpen……!
Hehehe,,,,semoga bermanfaat!!!!Cerita ini dimulai, saat aku baru masuk SMA. SMA masa-masa yang kata orang masa yang paling menyenangkan dan itulah kenyataannya. Semenjak aku masuk SMA, aku harus ngekos dan disini aku tinggal bersama teman dan sekaligus sahabatku.

Dan disini aku juga punya teman yang bersebelahan dengan kos kami. Hari pertama tinggal bersama, kami merasa cocok semua pekerjaan kami lakukan bersama tetapi lama-kelamaan sifat sahabatku menunjukkan perubahan yang sangat drastis. Awalnya, segala sesuatu  kami lakukan bersama tetapi terkadang tidur, makan dan belajar dia lakukan di kos sebelah.
Aku mengira dia mungkin ingin tinggal bersama dengan temanku itu. Semenjak itu, aku selalu melakukan segalanya sendiri. Terkadang ada perkelahian yang membuat kami harus saling menjaga ego masing masing. Pernah suatu ketika kami bertengkar hebat saat itu memang aku yang bersalah. Ceritanya begini, malam itu dia belajar dan makan di kos sebelah  dia bolak balik dari kamar kami ke kos sebelah karena dia sedang memasak nasi.
Dan saat itu, aku mengunci pintu karena aku akan tidur. Dan saat itu dia masuk, sebelum ia keluar ia berpesan dengan nada yang agak tinggi supaya tidak menutup pintu. Tapi, karena menunggu terlalu lama dan juga aku sudah mengantuk akupun mengunci pintu. Aku mengira dia akan menginap di kos sebelah seperti biasa tapi ternyata tidak. Tepatnya pukul 10 malam dia membangunkanku dengan menggedor pintu keras-keras. Aku sempat mendengar dia di tegur oleh bapak kos kami karena terlalu ribut dan mengatakan,
”mungkin temanmu sudah tidur karena dia mengira kamu akan tidur di kamar sebelah”.
Dan akhirnya, akupun terbangun dan langsung membukakan pintu. Saat itu, dia memarahiku tapi tidak dengan nada yang keras istilahnya “ngerumun” aku merasa sangat bersalah. Malam itu, aku tidak bisa tidur karena kepikiran atas peristiwa malam itu. Peristiwa malam itu awal dari pertengkaran kami. Setelah peristiwa ini, dia menangis tapi aku tidak berani menegur atau melakukan apapun karena aku merasa sangat bersalah dan akupun pura pura tertidur.
Pagi harinya, kami saling menyapa pun tidak, apalagi berangkat sekolah yang semula kami lakukan bersama. Selama pertengkaran ini, aku bersama dengan seorang teman, seorang anak SMP?. Aku melakukan segala sesuatu bersama dia, tapi itu berlaku saat aku berkelahi dengan sahabatku saja terlepas dari itu kami biasa biasa saja. Bukan, berarti aku melantarkan teman. Selama kami bertengkar aku sering mendengarnya menangis tapi aku tidak berani menegur atau melakukan apapun soalnya aku takut membuatnya marah. Pernah suatu malam saat dia sedang mencuci dia menegurku,”kamu kenapa sihh,,, maaf atas perbuatanku selama ini memang kalau aku lagi marah aku tidak bisa mengontrol mulutku ”, katanya. ” tidak apa-apa ini memang semua salahku,” jawabku. Semenjak malam itu kami pun berbaikkan, sifat sahabatku mulai berubah seperti semula. Semenjak itu, dia selalu mengerjakan apapun bersamaku seperti pertama kali kami tinggal bersama. Dan mulai saat ini, aku akan menjaga persahabatn ini.
Aku akan lebih mengerti semua sifat sahabatku dan allhamdulillah sampai saat ini kami tidak mempunyai masalah.
Mudah mudahan ini bertahan sampai akhir hayat kami.maaf kalau ceritanya kurang bagus,,soalnya baru bisa ngebuat cerpen……!
Hehehe,,,,semoga bermanfaat!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s