nasi goreng cinta


Cerpen Rosidah
Kruuk,,, kruukk,, suara perut ku berdendang dengan indah, menyanyikan lagu dangdut bang haji roma irama dan cacing – cacing pun ikCerpen Nasi Goreng Cintaut bergoyang ngebor ala inul daratista menambah semaraknya bunyi perut ku. “ laper ya?” Goda ka Nova teman sekantor ku. “Iya nih ka laper banget dari tadi nih perut bunyi terus”. Ujar ku sambil memegang perut yang sedari tadi terus berdendang tanpa diminta.
Gimana kalau sepulang kerja kita makan dulu?’ Usul ka Nova
“Hmmm boleh juga tuh ka mumpung Bela lagi laper neh” ujar ku
“Rencana nya mau makan dimana?”
Gimana ka kalau kita makan nasi goreng aja?”
“Ide bagus tuh, mumpung kaka dah lama gak makan nasi goreng pete di tempat mank Dulah.” Ujar ka Nova dengan sangat antusias, apalagi kalau sudah mengenai makanan favoritnya yang satu itu. Akhirnya kami pun setuju dan berencana makan nasi goreng di tempat mang Dulah. Jam dinding terus berdetak tanpa henti, seperti detakan jantung ku yang terus berpacu dengan kencangnya. Tak terasa akhirnya jam kerja telah berakhir, kami pun langsung melesat ketempat mang Dulah.
“Mang nasi goreng pete satu, nasi goreng special satu ya”.  Ka nova memesan makanan kepada mang dulah.
“minumnya Apa neng?” mang Dulah menyerahkan menu makanan ke meja kami
“Saya jus Melon, kalau kamu apa Bel?
“ Aku jus jeruk aja kak”.
“Jus jeruk satu, Jus melon satu ya mang, jangan Pake lama”.Mang dulah pun berlalu dari hadapan kami untuk menyiapkan pesanan dari kami berdua. Sambil menunggu pesanan datang aku dan ka Novi bergosip ria dari gosip ibu-ibu arisan, artis, pasar sampai dengan politik. Apapun kini menjadi bahan gosip kami sampai-sampai penjual nasi goreng pun jadi bahan gosipan kami.
Nasi goreng pesanan kini telah dihidangkan dimeja makan. Aroma nya yang menggugah selera membuat air liur ku ingin menetes, namun mampu ku tahan dengan segenap kemampuan yang ku punya. Nasi goreng special yang ku pesan begitu menarik hati, warnanya merah kecoklatan di taburi ayam goreng yang dicabik-cabik di atasnya dan telur mata sapi pun ikut nongkrong di piring. Tak lupa seledri, kacang polong, timun dan krupuk juga ikut bergabung memeriahkan nasi goreng yang kupesan.

Tak lama kemudian Handpone ku bergetar. Tertera dengan jelas nama My honey di layar handpone ku.
“Hallo, ada apa honey?”
“Lagi dimana? Aku kangen pengen ketemu nih?” ujar suara diseberang sana.
“Lagi makan sama ka Nova, honey mau kesini ya?” ujar ku dengan hati yang berbunga-bunga.
“Iya, boleh gak aku jemput kamu”.
“Boleh banget, Ok ku tunggu ya honey. Byee umachh”. Sambungan telepon pun langsung ku putus dengan segera. Jantung ku berdetak dengan kencang, sekencang aliran air terjun Niagara.Peluh bercucuran di kedua belah telapak tangan ku yang dingin. Aku sungguh gugup sekali, saking gugupnya aku tak bisa lagi menelan nasi yang masih tersisa separo didalam piring ku.
“Hai, dah selesai makan nya?”

Aku pun menoleh kearah suara barusan. “Honey, kok gak bilang-bilang kalau sudah sampai”. Ujar ku sambil terbata-bata. Dia pun hanya tersenyum cengar-cengir saja. Kami pun akhirnya pamit pulang kepada ka Nova. Hari ini aku sangat bahagia karena telah diantar pulang kekasih pujaan hatiku. Dunia ini begitu indah memancarkan pesona nya yang tiada taranya. Hati ku begitu berbunga-bunga seindah taman syurga yang selalu bermekaran setiap harinya.
The end

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s